LAMPUNG – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir yang melanda sejumlah titik di Kecamatan Jati Agung. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat penyaluran bantuan darurat bagi para korban yang rumahnya terendam luapan air sungai.
Bupati menemui masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian untuk mendengar keluhan mereka secara langsung. Oleh karena itu, beliau segera memerintahkan jajaran terkait untuk menyiapkan peralatan evakuasi tambahan guna mengantisipasi kenaikan debit air jika hujan kembali turun.
Penanganan Darurat dan Distribusi Logistik
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memprioritaskan penyediaan air bersih serta bahan pangan pokok di posko darurat. Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengerahkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang mulai mengeluhkan penyakit akibat genangan air.
Bupati memastikan bahwa seluruh petugas BPBD tetap siaga penuh di titik-titik rawan bencana selama 24 jam. Sebab, kecepatan respons tim di lapangan sangat menentukan keselamatan jiwa bagi warga Jati Agung sendiri. Berikut adalah rincian fokus penanganan di lokasi:
Baca juga:Ekonomi Lampung Selatan Tumbuh 5,71 Persen
| Fokus Penanganan | Tindakan Pemerintah |
| Evakuasi Warga | Pengerahan Perahu Karet & Personel BPBD |
| Logistik | Pendirian Dapur Umum & Stok Beras |
| Kesehatan | Pemberian Obat-obatan & Vitamin |
| Infrastruktur | Pengecekan Tanggul Sungai yang Jebol |
Rencana Rehabilitasi Pasca Banjir
Selanjutnya, Bupati meminta Dinas PUPR untuk segera melakukan kajian teknis terkait perbaikan drainase dan normalisasi sungai di wilayah Jati Agung. Sinergi ini sangat penting agar masalah banjir tahunan dapat teratasi secara permanen dan tidak lagi merugikan mobilitas ekonomi masyarakat setempat.
Dukungan dari relawan dan pihak swasta juga sangat membantu meringankan beban pemerintah daerah dalam menangani masa tanggap darurat. Oleh sebab itu, bupati mengajak semua pihak untuk bahu-membahu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai.
Sebagai penutup, peninjauan ini berakhir dengan instruksi tegas agar pendataan kerusakan rumah warga berjalan dengan akurat dan cepat. Setelah itu, pemerintah daerah akan segera mencairkan bantuan stimulan bagi masyarakat yang mengalami kerusakan bangunan akibat terjangan banjir.






