Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Lampung

Skintific

Lampung – Cuaca ekstrem kembali melanda Provinsi Lampung dan memicu banjir serta longsor di empat kabupaten. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Raden Intan Lampung menyatakan fenomena ini masih berpotensi berlanjut selama tiga hari ke depan.

Prakirawan BMKG Raden Intan Lampung, Iqbal Arief Pangestu, menjelaskan bahwa hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir dipicu oleh gelombang Rossby yang sedang aktif di wilayah Sumatera bagian tengah hingga Lampung. Aktivitas gelombang atmosfer ini meningkatkan potensi pembentukan awan hujan dalam jumlah besar.

Skintific

“Gelombang atmosfer seperti low frequency dan gelombang Rossby terpantau aktif di wilayah Lampung. Kondisi ini memicu pembentukan awan-awan hujan yang cukup intens,” kata Iqbal pada Sabtu (6/12/2025).

Baca Juga : Disnaker Lampung Pastikan Penetapan UMP 2026

Suhu Laut Hangat Perkuat Pembentukan Awan Hujan

Menurut Iqbal, suhu permukaan laut di sekitar Lampung saat ini juga berada dalam kondisi hangat. Situasi tersebut menambah pasokan uap air ke atmosfer sehingga memudahkan terbentuknya awan hujan tebal.

“Kelembapan udara di lapisan bawah atmosfer juga tinggi. Kombinasi faktor ini meningkatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai wilayah Lampung,” jelasnya.

BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem Pekan Ke-2 Desember, 10 Wilayah Ini Harus Waspada

BMKG mencatat potensi hujan dengan intensitas tinggi umumnya terjadi sejak siang hingga malam hari. Sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan meliputi Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesisir Barat, Tulang Bawang Barat, dan Pesawaran.

Baca Juga :  Pemkot Bandarlampung Siapkan 12 Truk untuk Salurkan Bantuan

Dampak: Banjir dan Longsor di Empat Kabupaten

Cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal pekan menyebabkan banjir dan longsor di empat kabupaten. Sejumlah rumah warga terendam, jalan penghubung antar desa terdampak lumpur, dan beberapa wilayah dilaporkan mengalami gangguan akses transportasi. Tim BPBD setempat masih mendata kerusakan serta mengevakuasi warga yang tinggal di daerah rawan.

BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

Iqbal menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi perubahan cuaca yang terjadi cepat dan tak terduga. Ia meminta warga rutin memantau perkembangan informasi cuaca melalui situs resmi maupun media sosial BMKG.

“Selalu waspada dan mencari informasi cuaca terkini di kanal resmi BMKG. Semua informasi kami perbarui secara berkala,” ujarnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah bantaran sungai, lereng perbukitan, serta daerah rawan banjir untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor kepada perangkat desa atau BPBD jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda longsor.

Skintific