Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong peningkatan produktivitas kopi robusta yang selama ini menjadi komoditas unggulan daerah. Salah satu langkah terbaru yang ditempuh yaitu dengan memperkenalkan metode budidaya kopi sistem pagar.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Yuliastuti, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar petani bisa menanam dengan jarak lebih rapat dibandingkan pola tanam biasa. “Melalui sistem pagar ini, jarak tanam menjadi lebih rapat sehingga produksi bisa meningkat. Kalau biasanya per hektare hanya 2.000 batang, maka dengan metode ini bisa mencapai 4.000 batang per hektare. Artinya hasil panen juga ikut naik,” kata Yuliastuti di Bandarlampung, Jumat (19/9/2025).
Peremajaan Tanaman dan Program Nasional
Selain menerapkan sistem pagar, Pemprov Lampung juga mendorong peremajaan tanaman kopi yang sudah tua. Yuliastuti menyebut pihaknya menggunakan teknik sambung samping untuk memperbaiki produktivitas pohon yang sebelumnya menurun.
Baca Juga : Gubernur Lampung Lantik Kepala Bappeda dan BKD
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga mendukung pengembangan kopi di Lampung melalui program Integrated Corporation off Agricultural Resources Empowerment (ICARE) yang dijalankan Badan Riset dan Inovasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian. Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia dan saat ini difokuskan di Kabupaten Tanggamus.
“Program ICARE mengintegrasikan antara tanaman kopi dengan ternak. Jadi selain hasil kopi meningkat, petani juga mendapat tambahan manfaat dari usaha ternak. Lokus kegiatan memang ada di Tanggamus, tapi dampaknya bisa menjadi model pengembangan untuk daerah lain,” jelasnya.
Harapan untuk Petani Kopi
Lebih jauh, Yuliastuti berharap para petani Lampung ikut menjaga kualitas hasil panen dengan cara menerapkan pemetikan buah merah. Menurutnya, pemetikan biji kopi yang benar-benar matang akan menghasilkan kualitas biji yang lebih baik, sehingga daya saing kopi Lampung di pasar nasional maupun internasional ikut meningkat.
Baca Juga : 10 Wisata Populer di Krui, Lampung yang Wajib Dikunjungi
“Kita ingin Lampung bukan hanya dikenal sebagai penghasil kopi robusta terbesar, tetapi juga penghasil kopi berkualitas. Jadi petani harus terbiasa melakukan panen petik merah,” tegasnya.
Kontribusi Kopi Lampung
Saat ini, Lampung tercatat memiliki luas area tanam kopi robusta mencapai 152.507 hektare dengan rata-rata produksi 120.377 ton per tahun. Angka ini menempatkan Lampung sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia.
Yuliastuti menegaskan bahwa Pemprov akan terus mendukung petani, baik melalui inovasi budidaya, pendampingan teknis, maupun program kemitraan. “Kalau produktivitas naik dan kualitas terjaga, kesejahteraan petani juga akan ikut meningkat. Itu yang kita kejar,” tutupnya.






